Bola Ganjil: Eksotisme Sepak Bola Malam Hari, Pemain Bermandikan Cahaya
Thomas Alva Edison menemukan lampu listrik pada tahun 1879. Namun sepakbola baru memaksimalkannya di pertengahan era ke-20.
Adalah Wolverhampton Wanderers yang mengoptimalkan kedatangan lampu listrik dengan menggelar pertandingan persahabatan di malam hari.
Bepergian untuk menjadi juara Inggris pertamanya pada tahun 1954, Wolves berniat menguji kekuatannya dalam menghadapi musuh asing. Dengan persaingan Eropa yang belum mapan, manajemen juga melakukan eksperimen. Agar lebih eksotis, pertarungan berlangsung pada malam hari.
Praktik ini tidak terdengar pada saat itu. Pertandingan lari reguler digelar serentak pada sore hari. Dengan demikian, pendukung memiliki kesempatan untuk beberapa waktu pulang dan menikmati sisa hari bersama orang yang dicintai.
Manuver serigala termasuk sukses. Selain mengundang perhatian suporter yang otomatis menambah pendapatan klub, stasiun penyiaran milik pemerintah BBC juga menayangkannya. Meski pada awalnya BBC jarang terjebak dalam pertandingan sepak bola, kecuali pada final Piala FA.
Guna memberikan kesan yang lebih kepada penonton, Wolverhampton bahkan membuatkan seragam baru dengan menggunakan bahan satin agar pemain lebih keren saat bermain di bawah sinar matahari.
Wolverhampton menggelar pertandingan malam mulai Desember 1953. Tak hanya klubnya, klub asal West Midlands itu juga bertugas di timnas.
situs taruhan slot resmi situs terbesar slot terbaru indonesia Salah satu musuh yang menarik perhatian adalah Honved. Asing di telinga pecinta sepak bola modern, Honved ternyata punya kemampuan hebat di pertengahan era ke-20. Mereka memiliki enam pemain tim nasional yang mempermalukan Inggris 6-3 tahun sebelumnya.
Pertandingan berlangsung pada bulan Desember 1954. Kedatangan beberapa bintang membantu tim tamu unggul melalui gol Sandor Kocsis dan Ferenc Machos di set pertama.
Tapi, cuacanya lebih buruk. Lapangan menjadi berlumpur dan membuat Honved kesulitan menerapkan taktik bola pendek. Sebaliknya, strategi berbentuk bola panjang Wolves adalah tipikal Inggris. Tuan rumah pun menang 3-2.
Kemenangan The Wolves meningkatkan kepercayaan diri Inggris. Mereka sekali lagi diakui sebagai negara paling kuat di sepakbola.
Bualan itu terdengar sampai editor L'Equipe Gabriel Hanot. Tanpa gentar, UEFA memobilisasi untuk mengadakan kompetisi antar klub untuk menentukan siapa yang terbaik.
Piala Champions lahir setahun kemudian. Dengan lahirnya judul ini, eksperimen malam di Molineux mulai kehilangan karismanya.
Setelah sembilan tahun, eksperimen malam Wolverhampton berakhir pada Desember 1962. Mereka kembali menghadapi Honved di partai final dengan hasil imbang 1-1.
Wolves melakukan total 23 pertarungan di bawah cahaya. Beberapa dengan status kecocokan yang valid. Kekalahan terbesar yang diderita Barcelona pada Piala Champions 1959/1960.
Kocsis, yang kini berseragam Barcelona, membalas kekalahan Honved dengan mencetak hattrick untuk menunggangi Wolves 5-2.
